Selasa, 22 November 2011

galeri foto

Jumat, 18 November 2011

Testimony / Saran

Tulis Testimoni atau kritik/saran anda terhadap keadaan blog ini atau apapun dengan gadget Facebook di bawah ini. Mohon tulis kata-kata dengan sopan/tidak kotor(no sara,no porn, no rasis, dan pasang iklan tanpa izin).
Terima kasih atas tanggapan Anda terhadap blog ini.
Salam HIMA Analis Kesehatan...




Rabu, 16 November 2011

Profil D3 Analis Kesehatan STIKes BTH

Akademi Analis Kesehatan didirikan pada tanggal 26 Februari 1996 dengan Pejabat Penandatangan SK adalah Dr. Noegroho Iman Santosa, SKM Pada tahun 1998/1999 diakreditasi oleh Depkes dengan nilai B, dengan adanya perubahan status menjadi Jurusan Analis Kesehatan STIKes Bakti Tunas Husada, maka dilakukan reakreditasi oleh BAN-PT dengan hasil B, dan sekarang lebih dikenal dengan nama Program Studi D III Analis Kesehatan. Hasil evaluasi diri selama lima tahun terakhir menunjukan bahwa Prodi D III Analis Kesehatan memiliki kinerja yang baik walaupun dalam beberapa hal masih ditemukan banyak kelemahan.

Visi Prodi D III Analis Kesehatan adalah menjadikan Program Studi Analis Kesehatan ditahun 2010 sebagai Analis Kesehatan unggulan di Jawa Barat. Misi meyelenggarakan Program Pendidikan Analis Kesehatan sesuai kebutuhan masyarakat dalam jenjang pendidikan Diploma, menyelenggarakan Tri Dharma Perguruan Tinggi secara profesional sesuai bidang ilmunya, mewujudkan sarana dan prasarana kampus yang memadai sesuai tuntutan kurikulum, meningkatkan profesionalitas tenaga kerja dosen dan tenaga penunjang dalam jumlah dan jenis tenaga yang memadai dan menciptakan lingkungan kerja dan belajar yang kondusif serta mencerminkan kepribadian civitas akademika yang etis dan religius.

Mengacu pada misi dan visi Prodi D III Anais Kesehatan memiliki tujuan umum yaitu Mendidik tenaga kesehatan yang dapat menghasilkan tenaga Analis Kesehatan yang memiliki pengetahuan dan keterampilan profesional, Mengembangkan ilmu pengetahuan melalui penerapan ilmu dan teknologi, Meningkatkan pengetahuan dan keterampilan tenaga pengajar, dan sebagai Pusat Informasi dan Inovasi.

Sedangkan tujuan khususnya adalah Melakukan profesinya sesaui dengan moral Pancasila dan etika medik serta etika laboratorium kesehatan, melakukan pemeriksaan laboratorium pada upaya kesehatan rujukan medik dan rujukan kesehatan lainnya, menggunakan dan memelihara alat-alat laboratorium yang dipergunakan serta mengetahui dan memperbaiki kerusakan sederhana, mengadakan kerja sama dengan institusi kesehatan lainnya, membimbing dan membina tenaga kesehatan yang menjadi tanggung jawabnya, mengelola/mengatur laboratorium kesehatan pada upaya kesehatan rujukan pertama, melakukan administrasi laboratorium kesehatan dan melakukan penyuluhan kesehatan sesuai dengan bidangnya.

Sumberdaya di Prodi D III Analis Kesehatan berjumlah 10 orang staf pengajar dengan komposisi 3 luluan S2, 7 orang lulusan S1. Selain staff pengajar di Prodi D III Analis Kesehatan terdapat tenaga pendukung yang terdiri dari instruktur laboratorium, laboran, staff administrasi dan pembantu umum. Rasio dosen dengan mahasiswa (dosen sebagai wali) adalah 1 banding 22.

Peraturan kerja dan kode etik Prodi D III Analis Kesehatan mengacu pada peraturan kerja dan kode etik di lingkungan STIkes Bakti Tunas Husada Tasikmalaya, yang meliputi ketentuan, kewajiban dan tata tertib serta hak bagi dosen dan karyawan STIKes Bakti Tunas Husada Tasikmalaya berdasarkan Surat Keputusan Ketua Yayasan.

Rekruitmen dan seleksi calon mahasiswa diselenggarakan oleh Panitia Khusus yang dibentuk di bawah tanggung jawab Ketua STIKes Bakti Tunas Husada. Jumlah mahasiswa baru Prodi D III Analis Kesehatan dua tahun terakhir berfluktuasi. Jumlah mahasiswa aktif pada Prodi D III Analis Kesehatan tahun ajaran 2009/2010 adalah 219 orang.

Perkuliahan di Prodi D III Analis Kesehatan diselenggarakan sesuai dengan penerapan Sistem Kredit Semester, karena itu pada setiap awal semester mahasiswa diberi kesempatan untuk merencanakan beban studi dengan arahan dosen wali sesuai dengan prestasi (IPK) yang telah dicapai pada semester sebelumnya.

Bentuk perkuliahan yang diselenggarakan terdiri atas: a). Perkuliahan di kelas, b). Praktikum laboratorium dan responsi, c). Praktek lapangan. Jumlah perkuliahan dalam satu semester adalah 16 kali pertemuan

Pengelolaan program pendidikan pada prodi berada langsung di bawah koordinir pimpinan. Pelaksana langsung dalam pengelolaan prodi adalah tenaga edukatif dan tenaga administratif yang mengemban tugas sesuai dengan job deskrifsi yang berlaku di lingkungan Bakti Tunas Husada. Dalam rangka meningkatkan, memantapkan dan mengembangkan diri dalam bidang pendidikan, penelitian dan pengabdian pada masyarakat, STIKes Bakti Tunas Husada senantiasa berupaya menyelenggarakan baik secara mandiri maupun melalui kerjasama dengan Perguruan Tinggi Negri, Perguruan Tinggi Swasta, Lembanga Pemerintah, lembaga Masyarakat, Swasta dan lainnya.

Sarana pendidikan meliputi tenaga pengajar, sarana fisik, sarana administrasi dan waktu. Diantara sarana tersebut, tenaga pengajar (dosen instruktur) merupakan sarana terpenting dan berfungsi sebagai: penanggung jawab terseleggaranya perkuliahan/pengajaran; dapat bertindak sebagai penyaur ilmu dan teknologi; pemberi informasi; mediator, dan director log learning.

Dalam kegiatan penyiapan program pendidikan, tenaga pengajar (dosen/instruktur) menjabarkan bahan program pendidikan yang telah tersedia sebagaimana tertera dalam kurikulum atau silabusnya dan menuangkannya ke dalam satuan acara perkuliahan atau paktikum (SAP). Kegiatan belajar mengajar dapat diikuti jika mahasiswa yang bersangkutan telah memiliki Kartu Mahasiswa (KTM) yang berlaku pada semester yang bersangkutan, memiliki kartau rencana studi (KRS) yang telah disyahkan oleh dosen wali, BAA dan/atau BAAK, pada saat mengikuti proses belajar mengajar mahasiswa menandatangani daftar hadir mahasiswa dan dosen.

Bentuk perkuliahan yag diselenggarakan adalah perkuliahan di kelas (tatap muka), praktikum di laboratoium, responsi di kelas, dan tugas mandiri. Frekwensi perkuliahan persemester adalah 16 minggu termasuk ujian tengah semester dan ujian akhir semester. Evaluasi keberhasilan program semester dilakukan pada setiap akhir semester dengan memperhitungkan hasil ujian akhir, ujian tengah semester, hasil evaluasi praktikum, tugas-tugas dan sebagainya. Hasil evaluasi ini digunakan untuk menentukan pengakuan atas keberhasilan mahasiwa dalam satu mata kuliah yang dinyatakan dengan Indeks Prestasi (IP) dan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK). Indeks Prestasi (IP) dan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) ini digunakan untuk menentukan jumlah SKS yang boleh ditempuh pada semester berikutnya dan sanksi akademik bagi mahasiwa yang bersangkutan.

Ujian dilaksanakan dalam bentuk ujian tulis, lisan seminar, atau tugas membuat makalah. Cara ujian yang digunakan diselaraskan dengan tujuan kurikulum, jenis mata kuliah maupun kondisi tenaga pengajar. Penilaian hasil ujian dinyatakan dengan huruf mutu, angka mutu dan memiliki sebutan mutu A, B, C, D, dan E.

Pada akhir kurikulum, mahasiswa Prodi D III Analis Kesehatan akan menempuh ujian seminar penelitian, penulisan Karya Tulis Ilmiah, dan ujian Karya Tulis Ilmiah serta dilanjutkan dengan melaksanakan Uji Kompetensi, yang dilaksanakan oleh LSP STIKes BTH yang telah berlisensi dari BNSP Jakarta.

Prodi D III Analis Kesehatan mensyaratkan penulisan Karya Tulis Ilmiah untuk memenuhi ujian akhir diploma tiga (D.III). Ujian Karya Tulis Ilmiah dilakukan dua tahap yang pertama disebut dengan Seminar Proposal Penelitian, dan kedua disebut Ujian/Sidang Karya Tulis Ilmiah. Nilai sidang Karya Tulis Ilmiah digabung dengan nilai semesteran (IPK) yang digunakan untuk menetukan predikat kelulusan atau yudisium. Kategori atau predikat kelulusan ada empat tingkat yaitu, cukup (IPK<2,00), Memuaskan (2,00 < IPK < 2,75), sangat memuaskan (2,75 < IPK < 3,50) dan dengan pujian (IPK > 3,50).

Suasana akademik di Prodi D III Analis Kesehatan berjalan melalui kegiatan proses belajar mengajar, kuliah tatap muka, paktikum, seminar akademik maupun sidang Karya Tulis Ilmiah. Juga melalui seminar hasil penelitian dosen yang dihadiri oleh dosen dan mahasiswa, seminar dari dosen atau pakar ilmu terkait baik pihak pemerintah maupun swasta, pertukaran ilmu antar prodi sejenis, pengabdian pada masyarakat yang dilakukan di luar kampus yang melibatkan dosen dan mahasiswa, atau kegiatan ilmiah lain.

Secara umum interaksi antar dosen dan mahasiswa berjalan dalam kondisi yang kondusif, secara formal (intrakurikuler) terjalin interaksi sebagaimana aturan akademik, dan secara non formal (eksta kurikuler) berlaku system kekeluargaan yang akrab. Setiap hasil evaluasi akademik disampakan kepada mahasiswa secara transparan, dan mahasiswa diberi kebebasan untuk mengoreksi hasil evaluasi tersebut.

Dalam memberikan pelayanan yang lebih baik kepada para mahasiswa pengguna dan dalam rangka meningkakan kinerja civitas akademika, dibuat beberapa fasilitas pelayanan informasi, yang dilakukan dengan sistem kompetensi, dari mulai sistem pemeriksaan, observasi data, observasi penilaian sampai dengan administrasi untuk keuangan.

Sedangkan secara konvensional informasi tentang program studi diberikan melalui media tulis berupa selebaran, pamflet, papan pengumuman laporan kemajuan, dan kotak saran.

Sistem informasi antar unit yang ada di lingkungan STIKes (internet) sudah digunakan system local area network (LAN). LAN ini menghubungkan setiap unit atau dengan biro-biro yang ada di lingkungan STIKes. Sedangkan untuk akses di dunia luar sudah disediakan fasilitas internet yang terdapat di setiap prodi dan Unit Laboratorium Komputer termasuk UPT lainnya. Media ini sudah digunakan baik oleh mahasiwa mapun dosen dan karyawan termasuk Hotspot 24 jam.

Prodi D III Analis Kesehatan dalam melaksanakan Tri Dharma Perguruan Tinggi selalu mengacu pada ketentuan yang berlaku atau ditetapkan baik oleh pemerintah c.q Dikti, Aptisi, Sekolah Tinggi maupun ketentuan prodi. Secara internal program studi selalu melakukan evaluasi tentang berlangsungnya pelaksanaan Tri Dharma Pendidikan Tinggi ini melalui rapat-rapat prodi maupun pimpinan dan Senat STIKes.

Disamping itu untuk mendapatkan feed back dari mahasiswa, secara berkala setiap semester diadakan Forum Mahasiswa Himpunan Analis Kesehatan. Dalam Forum Komunikasi tersebut mahasiswa diberi kesempatan seluas-luasnya untuk mengemukakan masalah-masalah yang mereka hadapi berkaitan dengan proses belajar mengajar,kegiatan intra kulikuler maupun ekstra kulikuler.

Secara eksternal Prodi D III Analis Kesehatan telah mengalami beberapa penilaian secara formal oleh badan resmi untuk melihat sejauh mana program studi ini memiliki standar yang sesuai dengan ketentuan yang ada. Dari semenjak status sebagai akademi sampai prodi, Analis Kesehatan telah mengalami berbagai tahap penilaian untuk sampai kepada status seperti keadaan sekarang ini. Sebelumnya Analis Kesehatan mendapat status akreditasi dengan nilai B pada 26 Februari 1996 dengan SK Menke RI No. HK.00.06.1.1.533 A. Kemudian mengalami perbahan status dan terintegrasi kedalam STIKes Bakti Tunas Husada mendapat status terdaftar pada tanggal 27 April 2004 dengan SK Mendiknas No. 60/D/O/2004. Selanjutnya terakreditasi kembali melalui BAN-PT.

Denah Kampus STIKes BTH


GEDUNG 1
1. Ruang Yayasan
2. Ruang Ketua STIKes
3. Ruang Prodi Keperawatan
4. Ruang Tamu
5. Toilet
6. Mushola
7. Ruang PUKET I/III
8. Ruang Prodi Analis Kesehatan
9. Ruang Prodi Farmasi
10.Resepsionis
11.Ruang Tamu
12.Ruang Kepegawainan
13.Ruang PUSKOM
14.Mushola
15.Ruang Bengkel
16.Ruang TU,Hukum & Tatalaksana
17.Ruang LPMI
18.TOILET
19.Ruang Arsip
20.Koperasi BTH

GEDUNG 2
1. Ruang Kelas AI
2. Ruang Kelas AII
3. Ruang Rapat
4. Ruang BEM
Badan Eksekutif Mahasiswa
5. Ruang PUSKOM
6. Koperasi Mahasiswa
7. HIMA Anali
8. HIMA Farmasi
9. HIMA Keperawatan

GEDUNG 3 LT 1
1. R.Dosen
2. R.Keuangan
3. R.Kemahasiswaan
4. R.LP3M
5. R.BAA
6. R.Puket II/Ka.Bag.Umum
7. R.Perlengkapan

GEDUNG 3 LT 2
Graha Husada

GEDUNG 4
1. Ruang UGD
2. Ruang Penyakit Dalam
3. Ruang Bedah
4. Lab.Dasar
5. Toilet
6. Ruang Administrasi
7. Ruang SN
8. Ruang ICU
9. Ruang Anak
10.Ruang Maternitas
11.Ruang Komunitas
12.Ruang Jiwa
13.Central Alat

GEDUNG 5
1. R.LSP
2. R.Gudang
3. R.Kelas A III
4. R.Kelas A IV
5. R.TUK
6. Pengawas
7. Lab.Kimia
8. R.Kelas A V
9. R.Kelas A VI
10.R.Kelas A VII
11.R.Kelas A VIII

GEDUNG 6 LANTAI 1
1. Lab.Mikrobiologi
2. R.Alat Lab
3. R.Farmakognosi
4. R.UPT Farmasi
5. R.HPLC
6. R.Pengawas
7. Lab.Formulasi
8. Lab.Farmakologi
9. R.Alat Bahan Farmasi
10.R.Alat
11.Toilet
12.R.Asam

GEDUNG 6 LANTAI 2
1. R.Perpustakaan
2. R.Kelas A

IX
3. R.Kelas A XI
4. R.Puskom
5. R.Kelas A XII
6. R.kELAS XI
7. R.Pengawas

Profil STIKes BTH


Tanggal 27 April 2004 keluar SK Mendiknas RI No. 60/D/O/2004 tentang Pendirian Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKes BTH) dengan tiga Program Studi : D III Keperawatan, D III Analis Kesehatan, dan S1 Farmasi.
Dengan demikian, Akper BTH dan AAK BTH berubah status menjadi program studi di STIKes BTH, ditambah satu program studi yang baru yaitu S1 Farmasi.

Susunan Pengurus HIMA Analis Kesehatan STIKes BTH Periode 2011 - 2012

Ketua                                                                    Fitrah Tri Laksono
Yusman
Wakil Ketua
-
Sekretaris
-
-
Bendahara
-
-
BIDANG I
-
Wawasan dan Ilmu Pengetahuan
  • -
  • -
  • -
  • -
Pengabdian Masyarakat
  • -
  • -
  • -
Kaderisasi
  • -
  • -
  • -
  • -
  • -
BIDANG II
-
  • -
  • -
  • -
  • -
  • -
Kesenian
  • -
  • -
  • -
  • -
  • -
Keputrian
  • -
  • -
  • -
  • -
  • -
BIDANG III
-
Sarana
  • -
  • -
  • -
  • -
Usaha dan Kesejahteraan
  • -
  • -
  • -
  • -
  • -
Ketaqwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa
  • -
  • -
  • -
  • -

Selasa, 08 November 2011

Jiwa Romantis Sudah Bisa Terlihat Sejak Anak-anak


Sebuah penelitian baru menemukan bahwa kemampuan pria dan wanita untuk memiliki daya tahan dan tingkat komitmen yang kuat dalam hubungan yang romantis dengan pasangan dapat ditelusuri sejak usia dini, yaitu sejak anak-anak dan remaja.

Peneliti menemukan bahwa balita yang dirawat baik dan menunjukkan perhatian yang besar pada ibunya serta dapat memecahkan konflik dengan baik saat remaja, cenderung mampu berkomitmen dan romantis dalam hubungan asmara saat dewasa.

Para peneliti menyimpulkan bahwa temuan ini membuka jendela pemahaman manusia tentang bagaimana orang belajar untuk mencintai.

"Sebagai anak-anak, Anda belajar untuk mengelola kebutuhan sendiri dan orang-orang yang Anda sayangi," kata M. Minda Orina dari St Olaf College, seperti dilansir Health24, Senin (30/5/2011).

Menurut Orina, sejak dini seseorang sudah mempelajari bagaimana menghadapi masalah, apa yang harapkan dari orang lain dan bagaimana menghadapi masalah dengan cara yang disenangi orang lain.

Hal-hal inilah yang kemudian membuat orang mampu berkomitmen dan romantis terhadap pasangannya saat dewasa.

Dalam penelitian tersebut, peneliti mewawancarai 78 partisipan berusia 20 atau 21 tahun beserta pasangan heteroseksualnya tentang tingkat komitmen hubungan mereka.

Selain mewawancarai partisipan, peneliti juga sudah memiliki data partisipan ketika berusia 2 tahun dan 16 tahun, seperti bagaimana mereka mencintai dan perhatian kepada ibunya ketika masih anak-anak, serta bagaimana mereka menyelesaikan masalah dengan teman saat remaja.

Hasilnya, anak yang penuh perhatian kepada ibunya dan mampu menyelesaikan masalah dengan baik saat remaja cenderung memiliki jiwa yang romantis terhadap pasangannya.

Hasil penelitian ini diterbitkan dalam jurnal Psychological Science.

Bahaya Kresek Hitam

Di Hari Raya Idul Adha, kantong kresek seringkali dimanfaatkan sebagai wadah daging kurban. Di balik sifatnya yang praktis dan murah, kantong kresek mengandung bahan kimia berbahaya yang bisa mengontaminasi makanan di dalamnya.

Sejak pertengahan tahun lalu, Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) telah mengeluarkan peringatan resmi tentang bahaya kantong kresek. Bedasar hasil penelitiannya, kantong kresek, terutama warna hitam, merupakan produk daur ulang mengandung bahan kimia berbahaya.

Tak hanya itu, dalam proses daur ulang, produsen juga tak memperhatikan riwayatnya. "Apakah bekas wadah pestisida, limbah rumah sakit, kotoran hewan, kotoran manusia, atau limbah logam berat," demikian petikan peringatan BPOM tentang kantong kresek.

BPOM meminta masyarakat tak menggunakan kantong kresek sebagai wadah makanan, terutama makanan siap santap. Selain diragukan kebersihannya, kantong kresek berwarna dikhawatirkan mengandung zat karsinogen yang dalam pemakaian jangka panjang dapat memicu kanker.

Bahan kimia plastik tak hanya mudah terurai dan migrasi ketika terkena makanan panas. Namun, juga makanan mengandung asam, cuka, vitamin c, berminyak atau berlemak. Tak berlebihan jika Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Bogor dan Institut Pertanian Bogor (IPB) mengimbau agar daging kurban tidak dimasukkan dalam kantong kresek, terutama warna hitam.

Selain kantong kresek, kemasan plastik berbahan polivinil klorida (PVC) dan kemasan makanan styrofoam juga berisiko melepaskan bahan kimia berbahaya. Jangan menggunakan kemasan makanan mengandung PVC sebagai wadah makanan panas, berminyak, berlemak atau mengandung alkohol.

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | cheap international voip calls